9 April 2009 Pemilu Legislatif Gebyar Pemilu ada dimana-mana. Orang-orang pada berkoar inget tanggal 9 April, cukup satu kali contreng, suara anda menentukan nasib bangsa dan juga jangan Golput. Ternyata begitu toh serunya Pemilu. Masa kampanye partai dan caleg sebelumnya ja luar biasa rame. Ada spanduk yang mpe gak bisa dibedain lagi saking banyaknya, kampanye besar-besaran di lapangan bola yang pake artis segala ato juga kampanye gelap terselubung. Tapi wajarlah timbul macem-macem respon masyarakat kita, secara pesta rakyat inikan diadain lima tahun sekali.
Betewe, kali ini saya juga mendapat kesempatan yang sama seperti Warga Negara Indonesia lainnya yang sudah cukup umur (>17 thn) atau yang sudah dewasa menurut hukum untuk ikut Pemilu. Menyenangkan memang karena saya merasa ikut andil dalam menyokong suara demi Negara yang tercinta ini. Hahaha,,masuk dalam golongan DPT (Daftar Pemilih Tetap) saja sudah merupakan kebanggan tersendiri. Maklum inikan pengalaman pertama ikut pemilu legislatif yang sampe ada empat kertas suara (baca : kertas suara warna merah, hijau, kuning dan biru).
Sudah tahu saya bahagia dapat kesempatan memilih tentu tidak akan disia-siakan untuk jadi orang yang katanya golongan putih. Apanya yang putih coba, bilang ja menjadi putih karena males pergi atau ngantri di TPS atau memang cuek sama kehidupan politik negaranya. Tidak ada alasan untuk menjadi putih bahkan di Rumah Sakit ja disediain TPS khusus untuk orang-orang sakit sekaligus yang ngejaga. Pertahanan Sipil juga memberikan kesempatan para napi untuk ikut memilih. Atau ada alasan putih karena bingung milih juga susah diterima coz banyak yang bisa kita lakukan kalau bingung mau milih apa. Ada banyak media informasi mulai dari cetak, audio, audio-visual sampe cyber yang nyiapin info-info tentang Pemilu. Kurang apa lagi coba? Kurang usaha dan kemauan ja mungkin untuk mereka yang putih.
Lupakan pemilu, mari biarkan saya cerita tentang kebiasaan khusus dirumah kalau lagi pemilu. Ternyata mama kalau pemilu pasti masak nasi uduk kayak orang syukuran. Gak tau napa tapi kata beliau karena dia suka dan mensukuri pesta rakyat ini. Hebat yach Mama. Sense of Responsibility-Nya gak hanya besar untuk keluarga tapi juga pada Negara. Saluluuuuuuuut…….. Mungkin mama punya pikiran lain tentang pemilu yang nota bene adalah pesta rakyat jadi beneran dibuat sama mama kayak pesta sukuran dirumah. Hahaha…. Mama yang aneh sekaligus menyenangkan. Tapi gak papa yang penting senang dan kenyang. Formula Pemilu = (Kertas Suara + Contreng) x Nasi Uduk Mama Lalu gimana dengan mama kalian ? Ada yang ngerayain pemilu sama seperti mama saya? Ato mungkin lebih gila dan aneh lagi ? Haha..tapi yang jelas pemilu sama dengan kebahagiaan nyontreng dikali kekenyangan makan nasi uduk mama. Yummy…
